The Side Story of Aransia (Season 1) Part 3

Star Wars : The Phantom Menace

(Bagian 3 dari 4)

(Kembali ke part 2)

Para petinggi Jedi sedang bermain Ular Tangga bersama ketika Qui-gon Taufik masuk bersama Anto Skywalker. Qui-gon Taufik berkata,
“Saya membawa seorang anak bernama Anto Skywalker. Saya akan melatihnya berenang dan menyelam karena saya sudah pandai sekarang.”

Sesepuh para Jedi, Yoda Kurniawan, berkata, “Bawa anak itu kemari. Tolong bawakan juga minyak angin sama minyak kayu putih. Encok saya kumat.”

Ketika Anto Skywalker dibawa ke hadapan Yoda Kurniawan, Yoda Kurniawan menguji Anto Skywalker dengan menyuruhnya mengurut kakinya yang encok.

Setelah selesai, Yoda Kurniawan berkata pada Qui-gon Taufik, “Anak itu pandai mengurut tetapi ia tidak akan bisa berenang dan menyelam.”

Qui-gon Taufik berkata, “Saya tetap akan melatihnya. Saya sudah pernah ikut kursus.”

Sementara itu di Dewan Parlemen, Queen Fauziah tidak berhasil mendapatkan dukungan karena gagal memenangkan kontes menyanyi.

Senator Hendra Palpatine berusaha membujuk Queen Fauziah agar mencoba ikut kontes lagi, tetapi Queen Fauziah berkata,
“Saya harus kembali ke planet saya. Saya lupa, kompor di rumah masih menyala waktu saya tinggalkan.”

Queen Fauziah beserta rombongan pun berangkat kembali ke planet Naboo.

Setelah mendarat di hutan Naboo, Queen Fauziah meminta Dedi Binks membawa rombongan menemui Boss Heru. Tetapi setelah diperiksa ternyata Boss Heru dan anak buahnya tidak ada lagi di dasar laut.

“Jadi kemana mereka?”, tanya Queen Fauziah.

“Mereka lagi sibuk mengadakan acara  tujuh belas agustusan di tempat bernama Sacred Place di hutan terdalam. Semuanya pergi ke sana.”, jawab Dedi Binks.

Rombongan pun pergi ke tempat Sacred Place tersebut. Di sana, mereka ikut acara perlombaan seperti panjat pinang, makan krupuk, balap karung, dan lain-lain.

Setelah acara selesai, Queen Fauziah dan rombongan menemui Boss Heru.

Queen Fauziah berkata,
“Kerajaan kami telah dikuasai pasukan Trade Federation. Kami minta tolong pada Boss Heru untuk mengusir mereka.”

Boss Heru menolak dan berkata, “Kami lagi sibuk di sini. Sebentar lagi kami akan mengadakan kegiatan pasar murah di sini.”

Nia Padme, pembantu Queen Fauziah yang tadinya berdiri di belakang, maju ke depan dan berkata,
“Boss Heru, sebenarnya saya adalah Queen Amidala yang asli. Queen Fauziah ini sebenarnya adalah pembantu saya yang menyamar menjadi Queen Amidala demi keselamatan saya. Dia bukan yang asli. Lihat saja mukanya jerawatan begitu.”

Kemudian Nia Padme Amidala berlutut. Di belakangnya, Queen Fauziah dan semua anggota rombongan ikut berlutut.

Nia Padme Amidala berkata,
“Kalau Boss Heru mau menolong kami, saya bersedia menjadi pacar Boss Heru selama satu bulan.”

Akhirnya Boss Heru setuju. Rencana pun disusun.

Pada hari yang telah ditentukan, Dedi Binks bersama ratusan anak buah Boss Heru bertemu dengan ribuan pasukan droid Trade Federation di sebuah padang rumput yang luas. Di sana, anak buah Boss Heru menggelar kegiatan pasar murah dan mendirikan banyak stand-stand yang menjual berbagai barang. Para anggota pasukan droid sangat antusias melihat-lihat dan membeli barang-barang di pasar murah tersebut.

Sementara itu di istana kerajaan Naboo, Nia Padme memimpin segerombolan pasukan menyerbu masuk. Karena pasukan droid yang berjaga tinggal sedikit, pasukan Nia Padme berhasil masuk ke dalam.

Di dalam istana, rombongan dipecah menjadi tiga. Satu rombongan segera menaiki pesawat-pesawat di hangar lalu terbang menuju Stasiun Pusat Pengendali Droid. Stasiun ini melayang di angkasa, tepat di atas kerajaan Naboo. Satu rombongan lagi bergerak menuju ruangan tempat Viceroy Kamal berada. Rombongan yang ketiga menggelar tikar pandan lalu duduk bersila bersama sambil berzikir dan berdoa untuk keberhasilan misi mereka.

Anto Skywalker bersama Rizal2-D2 ikut dalam rombongan yang pertama. Di angkasa, rombongan mereka tidak diterima masuk dalam stasiun karena tiket sudah habis.

Seorang calo mendekati Anto Skywalker.
“Kamu mau masuk?”, kata calo tersebut. “Saya punya tiketnya. Harganya goceng.”

Anto Skywalker pun membeli tiket tersebut. Kini ia dapat masuk ke dalam stasiun.

Di istana, Nia Padme berada dalam rombongan yang kedua. Ketika hendak memasuki hall istana, rombongannya dihadang oleh seorang pria misterius berpakaian hitam. Pria itu adalah Samsul Maul, seorang mitra bisnis dari Viceroy Kamal.

Qui-gon Taufik berkata,
“Silakan Paduka Ratu meneruskan perjalanan. Biar kami berdua yang menghadapi pria ini.”

Kemudian Qui-gon Taufik dan Obi-wan Saputra bertanding dengan pria itu dalam permainan monopoly. Permainan berlangsung seru. Suatu saat biji monopoly Qui-gon Taufik terjebak dalam kotak milik pria itu. Qui-gon Taufik terkejut sekali karena ia harus membayar pajak dalam jumlah yang sangat besar. Karena terkejutnya, Qui-gon Taufik terkena serangan jantung kemudian pingsan.

(Bersambung ke part 4)

Advertisements

2 thoughts on “The Side Story of Aransia (Season 1) Part 3

  1. Suka sain fiksi juga?
    Sama dunk!
    Aku nanti mau bikin juga satu. Cuman masih dalam kepala. He..eh..he..eh.. he..he..

    –> waah, pak suhadi mau bikin crita fiksi…
    mantap… pasti keren…. kaya crita pak suhadi yang lainnya.
    ditunggu loh, pak…
    😀

  2. Boss Heru gampang banget luluh, cuma sebulan jadi pacar aja mau….

    –> biarpun sebulan, tapi fasilitasnya lengkap, mba iin…
    belajar tiap hari, dari pagi ampe sore…
    tiap selesai belajar diadakan kuis harian…
    lalu ada try-out mingguan…
    dan di akhir bulan, ada counseling buat mendapatkan tips dan trik mengikuti ujian…
    eh,
    ini sebulan pacaran atau sebulan bimbingan test, yah?
    auk, ah… jadi ngaco…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s