Kisah Sawako (part 4)

Ini adalah kisah berpantun karangan kucing. Rimanya a-a-b-b, bercerita tentang Sawako dan teman-temannya.

(kembali ke part 3)

Bab 2. Tomoko (part 1)

Tomoko sedang sibuk di depan tumpukan berkas
Artikel yang sebegitu banyak semuanya harus diringkas
Sudah lebih dua jam Tomoko dalam keadaan begini
Untuk membaca dan meringkas isi semua artikel ini

Tomoko menoleh ketika Sawako masuk ke dalam ruangan
Lalu Tomoko memanggilnya sambil melambaikan tangan
Sawako segera datang dan duduk di sebuah kursi
Nafasnya menderu, kelihatannya tadi habis berlari

Sawako berkata,
“Pagi, aduh Tomoko, letih sekali badanku
Rasanya seperti ditusuk-tusuk ribuan paku
Tapi ternyata boss kita orangnya tidak kejam
Aku tidak dimarahi padahal sudah terlambat dua jam”

Tomoko menyambut,
“Aduh Sawako, aku sudah khawatir kamu tidak akan datang
Berarti aku harus mengerjakan ini sendirian sampai petang
Ini semua artikel dari majalah-majalah lama
Harus diringkas lalu diserahkan kepada Tn. Nakashima”

Sawako menjawab,
“Tunggu Tomoko, nanti aku akan ikut mengerjakan
Sekarang aku istirahat dulu sebentar, masih keletihan
Tadi aku berlari setelah turun di stasiun Yokohama
Aku terlambat gara-gara bangun terlalu lama”

Tomoko tertawa lalu melanjutkan membaca artikel
Ia mengenal sifat Sawako jadi ia tidak merasa jengkel
Sawako memang susah bangun pagi sejak dari dulu
Sewaktu mereka masih sekolah, Sawako sering dimarahi guru

Sawako duduk sebentar untuk meredakan nafasnya
Lalu mengeluarkan sebungkus besar snack dari dalam tasnya
Sawako mendekatkan kursinya untuk memperhatikan Tomoko bekerja
Ia membuka bungkusan snack lalu menaruhnya di atas meja

Tomoko menyambut senang dan mengambil snacknya sedikit
Lalu mengambil sebuah artikel dari tumpukan berkas yang membukit
Sawako terus memperhatikan sambil tak henti-hentinya mengunyah
Ia memang suka sekali snack itu karena rasanya yang renyah

Tomoko memperhatikan sebentar artikel yang baru diambil
Lalu mulai mengetikkan ringkasannya dengan jari yang terampil
Sebentar saja layar komputernya penuh dengan tulisan
Tomoko memang sangat jago dalam membuat ringkasan

Setelah puas memperhatikan, Sawako lalu bangkit
Tangannya menggapai ke tumpukan berkas lalu mengambilnya sedikit
Tomoko mengangguk lalu memberikan daftar tugas pada Sawako
Sawako membawa semuanya ke mejanya, di sebelah meja Tomoko

Tomoko memperhatikan Sawako menghidupkan komputernya
Setelah hidup, Sawako mengambil sebuah artikel dan mulai membacanya
Sesekali Sawako melihat pada daftar tugas yang diberi Tomoko
Tomoko mengalihkan perhatiannya dan percaya pada kemampuan Sawako

Ruangan tempat mereka bekerja sebenarnya tidak begitu luas
Di sini para asisten baru dikumpulkan dan diberi tugas
Mereka semua dibimbing oleh empat orang pegawai lama
Yaitu Ny. Nakaguchi, Ny. Nakamichi, Tn. Nakayama, dan Tn. Nakashima

Sebuah meja yang panjang membagi ruangan itu menjadi dua ruangan
Sawako, Tomoko, Hanako dan Kotoko ditempatkan di sebelah kanan
Megumi, Kasumi, Satomi dan Hiromi ditempatkan di sebelah kiri
Mereka semua adalah para asisten yang baru bekerja dua hari

(Bersambung ke part 5)

Advertisements

One thought on “Kisah Sawako (part 4)

  1. baru bekerja dua hari
    sawako sudah terlambat, sampai harus berlari-lari
    lain kali harus bangun lebih dini
    agar tak sampai dimarahi
    😀

    –> wakaka… mba iin jadi ikutan bikin cerita pantun juga….. 😀
    ternyata mba iin juga jago…. hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s