Kisah Sawako (Part 1)

Ini adalah kisah berpantun karangan kucing. Rimanya a-a-b-b, bercerita tentang Sawako dan teman-temannya.

Bab 1. Sawako (part 1)


Matahari pagi bersinar cerah
Mempersembahkan dunia, sebuah pagi yang indah
Sedikit awan berkerumun di pinggir langit
Bermain bersama melintasi bukit-bukit

Burung kecil bertengger di atas dahan
Mengusir dingin mengepakkan sayapnya perlahan
Lalu bernyanyi gembira dengan wajah berseri
Menyambut senang datangnya hari

Sebuah jam waker berdering meneriakkan pagi
Membangunkan Sawako yang tengah bermimpi
Sambil mengusap matanya yang masih mengantuk
Sawako melirik ke arah sang waker terkutuk

Tangan Sawako tiba-tiba bergerak
Menjulur ke arah jam waker yang masih berteriak
Waker malang terlempar ke atas membentur asbes
Lalu terkapar di lantai dan diam dengan sukses

Sawako duduk setengah sadar di tepi tempat tidur
Diperhatikannya sekeliling kamarnya dengan pandangan kabur
Mimpi yang indah masih menggantung di pelupuk matanya
Mencoba merayu Sawako untuk kembali padanya

Sawako terlena lalu berbaring kembali
Dibenamkannya kepalanya pada bantal lalu membentangkan kaki
Rasa kantuk mulai mengayunkannya dalam buaian
Mengantarkannya pada dunia penuh kedamaian

Di atas lemari, sesuatu bergerak
Ia muncul dari balik tumpukan buku yang berserak
Dengan gesit ia melompat turun ke lantai
Lalu berjalan mendekati Sawako dengan santai

Dengan satu lompatan ia naik ke atas tempat tidur
Diperhatikannya Sawako yang sedang mendengkur
Kemudian ia berjalan mendekat ke arah kepala
Lalu membaringkan badannya dan bersandar dengan manja

Perlahan-lahan Sawako mulai tersadar
Ia merasa ada sesuatu di kepalanya samar-samar
Lalu ia terbangun dan mengangkat kepalanya
Dan melihat si pengganggu tak lain adalah kucingnya

Sawako berkata,
“Aduh Sinbad kamu mengganggu saja
Kamu mengusik tidur orang yang sedang terlena
Kamu di lantai saja bermalas-malas
Biar aku di sini bisa tidur pulas”

Sinbad memandang Sawako dengan sedih
Lalu mengeong dengan suara lirih
Sawako mengangkat Sinbad tanpa perduli
Lalu meletakkannya di lantai dan  berbaring kembali

Sinbad kembali melompat naik ke atas
Ia memandang Sawako yang terlentang malas
Lalu Sinbad berbaring di dekat paha
Disandarkannya tubuhnya sambil mengangkat kepala

Setengah membuka mata, Sawako melirik pada kucingnya
Ia memandang kosong pada tingkah lakunya
Rasa kantuk membuat pandangan Sawako semakin gelap
Lambat laun akhirnya Sawako tenggelam dalam lelap

* * *

(Bersambung ke part 2)

Advertisements

One thought on “Kisah Sawako (Part 1)

  1. kenapa sinbad memutuskan berbaring di dekat paha? biar ber-rima dengan kepala kan bisa meja, jendela, kemeja…dst ❓

    –> wakakaka… mba iin main protes aja…
    namanya kucing, kan lebih suka yang anget-anget dan empuk-empuk, mba…
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s