Apartemen 203 (part 4)

Bab 1. Seorang “Teman” (part 4)

===========================================

(Kembali ke part 3)

ADEGAN 7

Pelaku :

  • Sean
  • Ann, seorang gadis berwajah manis.
  • Para figuran, yaitu para pengunjung perpustakaan, dan para pegawai perpustakaan selain Sean.

Setting :

Ruang Referensi di perpustakaan kota. Ruangannya sangat luas. Sesuai dengan kondisi bangunannya yang sudah tua, ruangannya pun memiliki gaya arsitektur klasik, dengan tiang-tiang yang besar dan ornamen art deco. Sinar matahari masuk melalui jendela-jendela yang besar dan tinggi di sepanjang dinding ruangan. Lampu-lampu ruangan yang berbaris di plafon menyala sehingga membuat ruangan menjadi terang.

Isi ruangan didominasi rak-rak buku yang besar dan berjejer rapi. Sesuai dengan nama ruangannya, buku-buku yang ada di Ruang Referensi tidak dapat dibawa keluar oleh pengunjung perpustakaan. Pengunjung hanya dapat membaca buku-buku di ruangan ini di meja baca yang telah disediakan. Meja baca dan kursinya disusun secara berkelompok-kelompok dan tersebar di beberapa bagian di ruangan ini. Di dekat pintu masuk ruangan terdapat meja counter, rak katalog yang besar, dua komputer, dan satu set meja dan sofa.

Adegan :


Sean, yang memakai seragam pegawai perpustakaan, sedang berdiri di antara lorong rak buku di sudut ruangan. Ia sedang membereskan beberapa buku yang berserak di rak-rak buku. Hari ini ruangannya tidak begitu ramai didatangi pengunjung. Beberapa orang berdiri di antara lorong-lorong rak buku di sekitar Sean. Di kejauhan, beberapa orang terlihat duduk tenang sambil membaca buku di meja baca.

Sean baru saja keluar dari lorong rak buku sambil membawa kereta dorong yang berisi tumpukan buku, ketika ia melihat Ann masuk ke dalam ruangan dan berdiri di depan meja counter. Kelihatannya sedang mencatatkan namanya. Setiap pengunjung di ruangan ini harus mencatat namanya di meja counter. Ann memakai pakaian casual berwarna gelap. Kacamata tipisnya membuat wajahnya kelihatan sangat manis.

Sean memang sedang menunggu Ann. Sambil mendorong keretanya ke sudut lain di ruangan itu, Sean memperhatikan Ann berjalan ke arah salah satu rak buku. Benar dugaan Sean, Ann hendak mencari buku yang kemarin dibacanya.
Di tempat tujuannya di sudut ruangan, Sean dengan segera memindahkan tumpukan buku dari kereta dorongnya ke dalam rak buku. Setelah selesai, ia meninggalkan kereta dorongnya dan berjalan cepat menuju ke tempat Ann berdiri. Langkahnya melambat ketika sudah mendekati Ann. Sean menegur dari belakang Ann.

Sean : “Kamu mencari buku tentang Patung Elly?”

Ann sedikit terkejut dan membalikkan badannya. Ia melihat Sean, dan mengenali seragam pegawai perpustakaan yang dipakai Sean.

Ann : “Iya. Kamu pegawai, ya?”

Sean : “Iya. Saya pegawai di sini. Buku yang kamu cari, sekarang sedang nggak ada.”

Ann : “Kok kamu tau aku sedang mencari buku itu?”

Sean tersenyum.

Sean : “Saya memperhatikan kamu kemarin”

Ann : “Bukunya benar-benar nggak ada, ya?”

Sean : “Iya. Sayang sekali.”

Sean tentu saja tidak mau menceritakan bahwa dialah yang menyebabkan tidak adanya buku tersebut. Tadi pagi Sean mendapat peringatan dari atasannya dan diberi waktu beberapa hari untuk mendapatkan kembali buku itu.
Ann kelihatan kecewa.

Ann : “Apakah bukunya dipinjam orang? Aduh, bagaimana ya? Saya perlu sekali buku itu sekarang.”

Sean : “Bukunya nggak dipinjam orang. Kan, buku di ruangan ini nggak boleh dipinjam. Buku itu sekarang sedang ada dalam perawatan. Mungkin baru beberapa hari bisa kembali. Kalau boleh tau, kenapa kamu perlu buku itu?”

Ann tidak menjawab pertanyaan Sean.

Ann : “Kalau sedang dirawat, apakah bukunya masih di gedung ini juga? Bisa nggak dilihat sebentar? Saya janji sebentar saja.”

Sean : “Wah, bukunya benar-benar nggak ada di sini sekarang.”

Ann semakin kecewa.

Ann : “Maaf, saya mau permisi.”

Ann mulai beranjak meninggalkan Sean.

Sean : “Eh, tunggu dulu. Kamu namanya siapa? Bagaimana cara menghubungimu? Kalau bukunya nanti sudah kembali saya akan menghubungimu.”

Sean tentu saja sudah mengetahui nama Ann dari catalog yang dibacanya kemarin. Ia memanfaatkan kesempatan untuk mengetahui alamat Ann, atau paling tidak, nomor teleponnya.
Ann terdiam sejenak, kemudian menggelengkan kepalanya.

Ann : “Ah, nggak usah. Nanti saya akan datang lagi ke sini setelah beberapa hari.”

Tanpa menunggu tanggapan dari Sean, Ann berbalik dan berjalan cepat meninggalkan rak buku menuju pintu.
Sean menjadi penasaran, tapi ia hanya dapat memandang Ann berjalan meninggalkannya dan lenyap dibalik pintu.

ADEGAN 8

Pelaku :

  • Sean
  • Nia, dengan tubuh Ann.

Setting :

Ruang duduk di apartemen Sean, dan juga kamar tidur Sean. Jam di dinding menunjukkan pukul 6 sore.

Adegan :


Sean masuk ke dalam apartemennya lalu menutup dan mengunci pintu. Ia membuka jaketnya lalu mendekati kursi dan duduk sambil membuka sepatu.

Sean : “Aku pulang.”

Tidak ada jawaban.
Sean merasa heran.

Sean : “Nia?”

Juga tidak ada jawaban.

Sean : “Nia, dimana kamu?”

Tidak ada jawaban. Sean berdiri lalu berjalan sambil bertanya lebih keras.

Sean : “Nia?”

Terdengar suara seorang wanita dari dalam kamar tidur.

Nia : “Aku disini.”

Sean merasa heran, kenapa Nia tidak seperti biasanya. lagipula suaranya terdengar berbeda.
Sean membuka pintu kamar tidurnya dan melihat ke dalam.
Di sana, di atas tempat tidur, ia melihat seorang wanita duduk memeluk lutut. Ia menutupkan selimut ke seluruh tubuhnya sampai leher.

Waktu melihat wajah itu Sean merasa seolah mengenalnya. Ia memperhatikan sebentar. Wanita itu juga memperhatikan Sean. Sean tiba-tiba merasa kaget, kini ia menyadari bahwa wajah wanita itu mirip dengan wajah Ann. Hanya saja kacamatanya tidak ada.
Sean memandang seolah tak percaya.

Sean : “Ann?”

Wanita itu tersenyum pada Sean.

Nia : “Ini aku, Sean. Aku Nia.”

Sean tersentak kaget mendengarnya.
Nia melanjutkan ucapannya.

Nia: “Entah bagaimana caranya, tiba-tiba aku merasa dapat mewujudkan diriku menjadi tubuh seseorang. Aku mendapatkan sosok Ann berdasarkan bayangan Ann dalam pikiranmu, Sean.”

Sampai beberapa lama Sean mencoba mengerti ucapan Nia. Ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
Ia semakin terpana ketika perlahan Nia bangkit dari duduknya sambil melepaskan selimut yang dipakainya menutupi tubuhnya, lalu berjalan mendekati Sean.
Sean memandang Nia tak berkedip.

(Bersambung ke part 5)

Advertisements

12 thoughts on “Apartemen 203 (part 4)

  1. kucing………… kemana aja menghilang???
    bdw, nice story………

    –> ado sadikiak urusan pantiang, jo…
    ada sedikit urusan penting, nih, jadi kemaren ngilang…
    besok-besok juga bakalan jarang muncul…
    🙂

  2. Salam
    Eh belom ada ya, duh plis lanjutin ya, aku penasaran, harus tanggung jawab ya klo aku jadi inso gara2 ceritanya gantung he..he.. *digeplak kucing keren* 😀 its really nice script.. i like it. thx so much..

    –> iya, deh, mba…
    bersedia tanggung jawab, deh, atas apa yang telah dilakukan pada mba nenyok… 😀
    oh iya, kucing keren itu si ammar jr.
    bukan kucing yang pemalu ini…
    🙂

  3. 😮 Nia pake baju kan???

    *self.onLostFocus()*

    Keyen puss….
    Ditunggu lanjutannya… 😀

    –> kekeke… komennya juga kewweenn… yang ngerti bahasa program oop pasti ngerti maksud tanda dot sama tutup kurungnya…kekeke 😀

  4. wah pertanyaan yang terlintas begitu selesai baca sama dengan pertanyaan testbug…kekekeke 😆

    –> nah, loh, mba Iin suka mikir yang ngga-ngga, yaaa….. kekeke 😀

  5. part 5 berubah jadi adegan mesum gak?
    *ketularan testbug*
    *istighfar*

    –> nah, si uni juga mikir sampe yang ngga-ngga….
    ngga mau deketan, deh….
    suhhh, suhhh… ** halau uni jauh-jauh **

  6. Bukan aku yang mulai lho yah.. :-”
    *innocent*
    Pus motong adegannya gitu sih.. 😆

    –> yeee, kan belum tentu kelanjutan adegannya menjurus ke situ,…

  7. Salam
    apa sie hubungan kucing pemalu dan kucingkeren, keder sendiri gw he..he…

    –> huehehe, kemaren itu kucing keren udah lebih dulu ngeblog di wordpress sebelum kucing pemalu, jadi lebih senior gitu loh… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s