Peluncuran Game

Pada suatu hari yang cerah, Pak Kamal dan para karyawan dan karyawati Aransia berkumpul bersama. Game terbaru buatan Aransia, Serbuan Ayam Pilek, telah selesai dikerjakan dan telah dirilis oleh perusahaan penerbit. Hari ini mereka akan mengikuti acara peluncuran dan promosi game tersebut.

Acara peluncurannya berlangsung meriah. Atas ide dari Hendra, acara peluncuran game diadakan di atrium mall Semangka Dua dengan diisi beberapa kegiatan yang menarik. Semua karyawan Aransia ikut hadir di sana. Pak Samsul dan beberapa orang anak buahnya juga tak ketinggalan ikut memeriahkan acara itu.

Acara pertama adalah jumpa pers dengan berbagai golongan wartawan yang khusus diundang untuk acara ini. Beberapa wartawan dari majalah game dan majalah komputer telah hadir menuruti undangan dari Hendra dan Pak Samsul. Di samping itu juga ada wartawan dari majalah remaja, majalah hiburan, dan harian ibukota. Seorang wartawan dari majalah peternakan juga hadir dengan bersemangat walaupun Hendra dan Pak Samsul dalam hati merasa tidak mengundangnya.

Pada acara jumpa pers ini, Pak Samsul, Pak Kamal, Hendra dan Taufiq menjadi pembicara. Mereka menjelaskan pada wartawan hal-hal penting yang berkaitan dengan game Serbuan Ayam Pilek produksi perusahaan Aransia.

Seorang wartawan bertanya,
“Ada berapa banyak ayam yang menjadi korban selama proses pembuatan game ini? Lalu bagaimana proses pembuatan ayam-ayam dalam game ini? “

Pak Kamal menjawab pertanyaan pertama, “Tidak ada ayam yang menjadi korban, tetapi kami akui para karyawan telah banyak menghabiskan ayam goreng selama mengerjakan game ini.”

Taufik menjawab pertanyaan yang kedua, “Pada awalnya kami berniat membuat semua animasi ayam-ayam dalam game ini dengan teknik mocap, singkatan dari motion capture, yaitu menggunakan model ayam beneran yang beberapa bagian tubuhnya dihubungkan ke komputer dengan kabel-kabel sensor, sehingga gerakan ayam tersebut bisa ditangkap dan direkam oleh komputer.”

“Tetapi ayam tetangga yang hendak kami jadikan model susah sekali ditangkap, walaupun kami sudah mengerahkan semua karyawan untuk mengejarnya. Setelah berhasil ditangkap, ayam itu selalu memberontak ketika hendak dipasangi kabel sensor sehingga beberapa karyawan mendapat cedera dan harus menjalani perawatan intensif.
Setelah itu kami tidak lagi menggunakan teknik mocap, tetapi beralih menggunakan teknik mo ngucap, yaitu menggabungkan teknik capture dengan do’a-do’a agar hasil capturenya bisa bagus tanpa ada hambatan dan juga mendapat ridho Allah SWT.”

Setelah kegiatan jumpa pers selesai, acara dilanjutkan dengan pertandingan multiplayer. Dua belas unit komputer yang terhubung secara jaringan telah disiapkan di atrium mall tersebut. Lalu dua belas orang pemain maju dan bertanding memainkan salah satu modus permainan dalam game Serbuan Ayam Pilek dengan menggunakan komputer tersebut. Yang menjadi pemain adalah para tester Aransia, dan juga dua orang karyawan Aransia, Anto dan Heru.

Para pemain dibagi menjadi empat tim. Masing-masing tim ditempatkan pada posisi acak di dalam arena game. Di dalam game, mereka harus bersaing dalam usaha mengejar dan menangkap seekor ayam yang sakti dan cepatnya luar biasa. Di samping itu mereka juga harus melindungi diri dari serbuan ayam-ayam pilek yang disebar di dalam arena game dalam jumlah besar-besaran.

Permainan berlangsung seru. Para pengunjung mall sangat tertarik melihat pertandingan ini, terutama pengunjung yang muda-muda. Di bagian depan atrium terdapat panggung yang di atasnya dipasang sebuah layar besar, lalu tampilan monitor dari masing-masing pemain ditampilkan disana secara bergantian. Seperangkat speaker besar mengguncang atrium mall dengan suara musik game yang keras dan menghentak yang berpadu dengan serunya suara efek tembakan dan ledakan dalam game. Tetapi para pemain game tetap dapat berkonsentrasi karena memakai seperangkat headset di telinga mereka.

Heru berada satu tim dengan Suwignyo dan Jijun. Pada mulanya Heru memilih untuk satu tim dengan Anto dan Fendi, tetapi setelah dilakukan pengundian, Heru harus menerima berada satu tim dengan Suwignyo dan Jijun.

Anto, Obel, dan Fendi, bermain taktis dan efektif. Mereka maju dengan cepat dan akurat.

“Right side all clear!”, kata Obel melalui mic-nya.

“Left side clear!”, Fendi menimpali. Mic-nya yang sedikit kedodoran di dekat mulutnya tidak mengurangi semangatnya.

“Okay! Let’s move ahead!”, seru Anto.

Tiba-tiba Obel memberi sinyal. “Enemies on two o’clock!”, teriaknya.

Anto melihat pada layarnya, beberapa ayam ganas muncul dari balik bangunan yang terbakar.

“Defensive formation!”, seru Anto memberi perintah. “Obel, release disruptor-flash!”, serunya lagi.

“Affirmative!”, jawab Obel.

Lalu tim Anto pun bertempur dengan seru.

Sementara itu, Heru merasa kesulitan dengan timnya. Suwignyo bermain sangat lembut sedangkan Jijun kurang dapat berinisiatif menghadapi kerasnya arena game.

Heru berkata, “Jijun, kamu jangan ke situ. Awas, di situ ada tong minyak. Ntar kalo ketembak, nanti meledak.”

Suwignyo berkata, “Aduh, Jijuuun. Kamu ati-ati, deh. Sini, nih. Lebih aman di sini. Adem.”

Karakter Jijun bergerak mendekati karakter Suwignyo yang bersembunyi di balik bangunan kayu. Tiba-tiba dari seluruh penjuru bangunan itu bermunculan ayam-ayam ganas dalam jumlah banyak yang menyerang mereka. Ternyata bangunan itu adalah sebuah kandang ayam. Heru berusaha menolong Jijun dan Suwignyo, tetapi jumlah ayam yang menyerang sangat banyak. Akhirnya tim Heru gugur pada pertandingan itu.

Pertandingan multiplayer ini tak pelak lagi dimenangkan oleh tim Anto. Setelah pertandingan selesai, diadakanlah acara kuis berhadiah bagi pengunjung mall, yang dipandu oleh Hendra. Para pengunjung mall berdiri berkerumun di hadapan Hendra. Hendra membaca sebuah pertanyaan dari kertas di tangannya. Semua pertanyaan yang terdaftar dalam kertas itu disusun oleh Juliarti dan Aliwati.

Hendra meraih mic-nya dan berkata, “Apa perbedaan antara ayam sama cewek cakep?”

Seorang pengunjung wanita mengangkat tangan. Hendra mendekati wanita itu lalu menyodorkan mic padanya. Wanita itu mendekatkan mulutnya pada mic dan berkata,

“Kalo ayam enaknya disoto, kalo cewek cakep enaknya difoto.”

Hendra meraih mic-nya dan berseru, “Yak, betul!”

Para pengunjung bertepuk tangan.

Hendra berkata pada wanita itu, “Tampaknya ini pengalaman pribadi, ya? Kamu pasti suka difoto.”

Lalu Hendra menyerahkan hadiah yang sejak tadi dipegangnya pada wanita itu, yaitu sebuah tas plastik berisi berbagai barang souvenir.

Hendra mengambil hadiah yang lain lalu membacakan pertanyaan yang kedua.

“Apa perbedaan antara ayam jago sama koruptor?”

Seorang wanita yang lain mengangkat tangannya.
Hendra mendekati kemudian menyodorkan mic-nya.

Wanita itu lalu berkata, “Kalo ayam jago cocoknya diaduin sama ayam jago, kalo koruptor cocoknya diaduin sama polisi.”

Hendra meraih mic-nya kembali dan berseru, “Yak, betul!”

Para pengunjung kembali bertepuk tangan.

Hendra berkata pada wanita itu, “Kamu biasa ngadu ayam, ya?”

Para pengunjung tertawa. Lalu Hendra menyerahkan tas plastik berisi souvenir pada wanita itu.

Acara kuis berakhir setelah Hendra membacakan seluruh pertanyaan dalam daftarnya. Semuanya berhasil ditebak oleh para pengunjung. Kemudian acara dilanjutkan dengan pertunjukan musik. Sebuah grup band bernama Peterpal naik ke atas panggung. Mereka adalah kumpulan empat pemuda penjual kain terpal yang hobi bermain musik. Pada acara ini mereka memainkan lagu-lagu terkenal yang judul dan liriknya diubah agar sesuai dengan tema acara, antara lain lagu ‘Bukan Ayam Biasa’, ‘Ayam Bodoh’, ‘Ayam Ketahuan’, ‘Bila Ayam Jatuh Cinta’, ‘Ada Ayam Denganmu’, ‘Karena Ayam Ingin Dimengerti’, dan ‘Betapa Ayam Mencintaimu’.

Setelah pertunjukan musik, acara peluncuran game pun berakhir. Pak Samsul, Pak Kamal, dan semua karyawan Aransia merasa senang pada hari itu. Perjuangan keras selama beberapa bulan dalam membuat game kini berakhir sudah. Rasa puas karena pekerjaan mereka berhasil tuntas terpancar di wajah Taufik dan teman-temannya. Untuk sementara mereka dapat beristirahat sebentar.

Selanjutnya sebuah pekerjaan baru menanti mereka.

————————-

Ini adalah cerita terakhir untuk Novel GAME buku 1. Untuk sementara kucing akan beristirahat dan mengundurkan diri, sambil merancang draft untuk Novel GAME buku 2 nanti.

Ciao,

Kucingpemalu

Advertisements

28 thoughts on “Peluncuran Game

  1. Ceritamu ngocol banget. Kapan saya bisa bikin yang kayak gini.

    –> ini cuman cerita biasa aja, pak. sekedar nyalurin keinginan buat menulis aja. hehehe

  2. *rampung membaca*
    *sempat nyemburin kopi gara-gara ketawa, untung gak kena kompie*
    *sedih harus berpisah sama kucing walau sementara*
    kuciiiingg…. jangan lama-lama perginyaaaaa….

    –> iyah, uni. mulai besok bakalan vasektomi vakum.
    dadah uni… hehehe
    🙂

  3. pus, artikel suka-suka masih tetap di-update kan?
    masak giliran aku libur dan bisa full time blogging kamu ngilang?
    masih mampir ke tempatku kan?
    *kuatir kucing benar-benar koitus, ooops… hiatus maksudnya*

    –> wakakaka… kayanya bakalan jarang nge-blog lagi nih uni.
    lagi ada perkara pribadi yang perlu diselesaikan.
    🙂

  4. kucingpemalu hiatus….? asyiiikkk (loh kok?)
    biar punya waktu baca2 yang sebelumnya…
    ketinggalan banyak nih…
    *i know, i know… ni malu2in kan???

  5. wekekkekekeke 😆

    Seorang wartawan dari majalah peternakan juga hadir dengan bersemangat walaupun Hendra dan Pak Samsul dalam hati merasa tidak mengundangnya.

    dia dateng kan karena game nya berhubungan sama peternakan… 😛 ayam…

  6. Huhuhu..kok Pus pergi sè….
    Eh, bukan pergi yak? mau hiatus? tetep aè sedih… T-T
    Asal jangan lama-lama deh, hibernasinya. Ntar ga ada lagi cerita2 lucu obat kejenuhan di sela kerja.
    BTW, selamat atas “peluncuran game”-nya…

  7. Waaaaa!! pas baca langsung terkaget2…masa baru ditinggal bentar dah vakum. perkara pribadi? aduh pus, mbak iin ga perlu dicari..tar lagi juga balik sendiri…..suer dech..tau kok jalan pulangnya…jangan lama2 yah vakumnya…..dah addicted to kucingpemalu nih

  8. kulonuwun bro
    titip ngomen ya

    ceritanya masih seperti yg dulu tuh
    KEREEEEN ABIS BO’
    bikin hidup lebih panjang umur kaleee

    eh kalo sempet shy cat gak nongol2 lg
    GW kawin ama calon bini gW SKRNG !!!!!
    (masa’ ama bini orng, kena bogem deh….)

    ttd
    korban pelecehan iklan

  9. makasih buat semuanya yang udah ngompol ngomen….
    pengen banget membalas kunjungan ke semua-muanya, tapi takut ama yang itu, jadinya ngga bisa.
    sayang banget, deh.
    izinkan kucing mendekam buat membereskan yang itu dulu bentar yaa….
    trus, buat bro darli, ntar deh bro, nanti ke situ kok bro…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s