Efek Betulan

Rizal sedang berada dalam Ruangan Teknisi. Ia berdiri di tengah ruangan dan menatap sekelilingnya. Memang Fauziah benar, sih, pikirnya.

Tadi sebelumnya, Fauziah datang menemui Rizal di ruangannya untuk menyampaikan sarannya. Fauziah, yang suka memperhatikan urusan orang lain, merasa sudah saatnya Ruang Teknisi yang penuh meriah dengan berbagai barang bertumpuk-tumpuk itu untuk dibereskan supaya tampak rapi. Setelah berceramah beberapa lama tentang kebersihan lingkungan dan efektifitas kerja di kantor, Fauziah pergi meninggalkan Rizal yang berdiri termangu sendirian.

Rizal mendekati sebuah rak dan memperhatikan barang-barang yang bertumpuk di sana. Berbagai jenis barang yang tidak ada hubungannya dengan komputer atau game bercampur aduk dengan barang-barang hardware komputer dan konsol game. Rizal mengambil sebuah barang di balik tumpukan vgacard. Ia memegang sebuah botol kecil bekas parfum. Entah darimana datangnya botol itu bisa kesasar di rak barang. Barang-barang yang tidak berguna seperti inilah yang disuruh buang oleh Fauziah. Rizal pun berniat membuangnya.

Tetapi setelah memperhatikan beberapa saat, Rizal merasa botol itu masih bisa dimanfaatkan. Bila dihubungkan dengan sebuah selang kapiler ke head printer, lalu direkatkan di samping printer, maka botol itu dapat menjadi pengganti cartridge tinta. Ini masih bisa dimanfaatkan, pikir Rizal. Rizal pun tidak jadi membuang botol tersebut.

Rizal mengambil barang yang lain. Kini ia memegang sebuah panci. Entah bagaimana jalannya sehingga panci itu bisa berada di situ. Rizal tidak tahu. Tetapi bentuk panci itu yang agak kecil menarik perhatian Rizal. Panci itu cocok dijadikan wadah air untuk sistem water cooling pada sebuah komputer modding yang dikerjakan Rizal. Rizal pun menyimpan panci itu kembali.

Begitulah seterusnya. Semua benda-benda yang ditemukan Rizal, dapat mempunyai kegunaan setelah diperhatikannya baik-baik.

Setelah menemukan berbagai benda bekas yang tak lazim dan menyimpannya kembali, akhirnya Rizal menemukan sebuah kipas angin bekas di balik tumpukan motherboard. Kipas angin itu berbentuk kotak, kira-kira sebesar monitor komputer. Rizal mencoba menghidupkan kipas itu, dan ternyata baling-balingnya masih dapat berputar dengan baik. Tetapi karena Ruang Teknisi ini sudah memiliki sistem pendingin ditambah dengan sebuah kipas besar di sudut ruangan, kipas bekas itu tidak ada gunanya dipakai. Mungkin dapat dipergunakan untuk keperluan komputer, pikir Rizal.

Ada slot-slot atau kotak lubang yang unik pada kipas itu. Melihat slot-slot itu, tiba-tiba Rizal mendapat ide.

Rizal dapat membuatkan sebuah alat dan sebuah rangkaian sirkuit kecil yang dapat mengatur kecepatan kipas itu. Sirkuit itu akan ditempel di belakang kipas lalu dihubungkan dengan klep-klep yang dipasang menutupi slot-slot yang ada. Slot-slot ini nantinya diisi dengan air dan bedak halus. Selain itu sirkuit ini nantinya juga dihubungkan ke komputer melalui port, sehingga dapat dibuatkan software yang dapat mengatur kipas dan klep-klep itu. Kemudian kipas itu akan diletakkan di samping monitor, menghadap ke arah orang yang bermain komputer.

Lalu Rizal akan meminta bantuan Taufik untuk memodifikasi game racing atau balapan yang pernah dibuat oleh Aransia dulu yaitu Bebek Berebut Ngebut. Setelah dimodifikasi, bila pemain memainkan game itu nanti, kipas secara otomatis akan berputar sesuai dengan kecepatan laju pemain. Dengan demikian pemain game akan dapat merasakan efek langsung dari aksinya. Bila pemain maju dengan lambat, kipas akan berputar lambat. Bila pemain melaju kencang, kipas akan berputar kencang, dan anginnya akan menerpa wajah pemain. Seolah-olah si pemain memang benar-benar sedang ngebut.

Selain itu juga, bila pemain melalui jalanan yang sangat becek atau sedang turun hujan, klep-klep akan bereaksi dan kipas akan mengeluarkan partikel-partikel air. Partikel-partikel air ini akan dihembuskan kipas ke arah wajah si pemain, sehingga si pemain benar-benar merasa sedang melewati jalan yang becek atau merasakan diterpa air hujan seperti yang terjadi di dalam gamenya. Banyaknya partikel yang keluar disesuaikan dengan kondisi game. Sehingga efek dalam game benar-benar dirasakan dengan nyata oleh pemain.

Bila pemain melalui jalan yang gersang atau berdebu di dalam gamenya, klep-klep yang ada pada slot berisi bedak halus akan bereaksi sehingga kipas akan mengeluarkan debu-debu halus yang langsung menerpa wajah pemain.

Rizal sangat senang membayangkan hasilnya nanti. Orang-orang yang bermain game balap itu nanti, rambutnya akan berkibar ditiup angin. Atau wajahnya akan penuh dengan butir-butir air yang menerpanya. Atau matanya akan terpicing bila ada bedak halus yang keluar dari kipas.

Rizal pun segera membawa kipas itu ke meja dan mulai dengan rencananya.

Advertisements

16 thoughts on “Efek Betulan

  1. wkkk…. hebat banget idenya. bener-bener rizal itu ibarat mcgiver ya, pus?
    trus kereta bayi yang dulu pernah ada di dalam ruang teknisi mau dijadikan apa? mobil balapnya?

    –> iyah… hehe.
    dijadiin simulation device buat game balap di Ruang Test…
    hehehe 🙂

  2. kisah tadi betul-betul berefek membuat aku pengen ketawa dan pengen bingung… 😦
    kapan sih aku ga pengen ketawa dan ga pengen bingung kalo maen ke sini???

    –> **kasi aspirin sama segelas air buat mbak Reni** 😀

  3. Wah, kreatip!
    (Tapi masih juga ga ngebayangin game yang berefek nyata. Malah berasa jadi serem. Abiz maen game, keluar acak-acakan kaya, baju basah, muka penuh bedak, ya ampun…) ^_^

    –> wakakaka … 😆

  4. buat rizal,..
    rizal,, bedaknya digenti jadi bumbu cabe aja ato merica gitu
    kan biar lebih berasa…
    sensasinya beda gitu loh!

    rizal,, suruh aja temanmu tegak disampingmu pegangin shower pas lagi maen game, biar terasa hujannya..

    rizal, suruh aja pake kipas mamang sate, biar hemat listrik

    pinter kamu… tingkatkan!
    hahahahaha

    –> wakaka… nih anak sadis juga… wakakaka 😆

  5. “Rizal…..!
    Ke sini bentar dunk!
    Periksain barang-barang rongsokan di bawah kolong tempat tidur saya sebelum saya buang besok pagi. Kali aja masih ada manfaatnya…”

    –>hehe… pak guru jadi ikutan juga…. 😀

  6. hiks..lama ga blog-walking (lgi di tempat yg ga ada internet connection), Rizal bisa kemari ga, kali2 aja ada barang yg bisa bikin connect internet..tali rafia, jemuran…selang…pleaseeeeee….(mode memohon ON)

    –> wakakaka…. mbak Iin kemana ajah…hehehe
    udah berhari-hari nyari-nyari kemana-mana… jadi curiga, jangan-jangan lagi dua-duaan sama itu the man in black yang kemaren.. wakakaka
    😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s