Pendekatan Marketing

Dunia marketing adalah dunia iblis. Hanya orang-orang yang mempunyai bakat iblis, yaitu suka memperdaya manusia, yang dapat menjadi seorang marketer yang sukses. Dalam dunia marketing, jujur dan lurus sama artinya dengan bunuh diri. Seorang marketer harus pandai bermain kata-kata untuk menonjolkan kelebihan perusahaannya atau produknya, dan juga harus pandai menipu untuk menutupi kekurangan perusahaannya atau produknya. Persaingan bisnis antar perusahaan-perusahaan menyebabkan sebuah perusahaan selalu membutuhkan marketer yang ahli dalam strategi, cerdik mencari peluang, dan licik. Ia harus dapat dengan cepat merebut kesempatan untuk meraih keuntungan sebelum perusahaan lain mendapatkannya. Ini adalah pendapat Hendra yang amat menjiwai pekerjaannya sebagai marketer.

Kepopuleran merupakan faktor penting dalam penjualan game. Karena itu Hendra sering mengamati bila ada hal-hal yang sedang populer di tengah masyarakat. Dialah yang memilih isu-isu yang sedang populer untuk diangkat oleh Aransia menjadi tema dalam game, sehingga game akan lebih mudah dijual karena temanya tidak asing. Di samping itu Hendra juga tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mempopulerkan game Aransia bila ada acara keramaian.

Saat ini Hendra sedang berada di aula kampus Universitas Prasduit Darisiswe. Aula ini menjadi lokasi acara talk show yang diadakan oleh sebuah stasiun televisi swasta. Acaranya terdiri dari beberapa session dan berlangsung hingga sore karena menggabungkan beberapa program talk show dari berbagai tema. Diperkirakan aula ini akan penuh sesak dipenuhi masyarakat umum yang hadir karena acara ini melibatkan banyak pembicara yang terkenal dari kalangan artis.

Atas ide dari Hendra, Aransia membuka sebuah stand di situ. Hendra juga yang berjuang melobby pihak panitia sehingga mereka diterima membuka stand di situ, dan mendapat tempat tepat di jalan masuk menuju aula. Walaupun dari semua acara talk show tersebut tidak ada satu pun yang temanya ada kaitannya dengan game, hal itu tidak menjadi masalah bagi Hendra. Banyaknya orang yang hadir dalam acara ini, dan kesempatan mempopulerkan brand Aransia di televisi, merupakan pasar dan peluang yang tidak boleh disia-siakan.

Pada stand Aransia ini, pengunjung acara talk show dapat melihat-lihat dan memainkan game-game yang telah dibuat oleh Aransia. Ada dua unit komputer untuk memamerkan game PC, dua set pesawat televisi dan konsol PS2, dan dua monitor LCD. Sebuah ponsel dan sebuah PDA dibongkar lalu disambungkan ke monitor LCD melalui alat buatan Rizal sehingga game-game yang sedang dimainkan di PDA dan ponsel dapat disaksikan orang ramai pada monitor LCD.

Banyak sekali pengunjung talk show yang tertarik dengan adanya stand ini. Kebanyakan adalah pelajar dan mahasiswa. Hendra sibuk menjaga stand sambil melayani mereka. Ia dibantu oleh dua orang karyawati anak buah Pak Samsul dari perusahaan penerbit. Pak Samsul sendiri duduk di belakang stand sambil mengobrol dengan Pak Kamal. Rizal dan Dedi mengawasi orang-orang yang sedang bermain game.

Dua orang bapak-bapak berdiri diantara kerumunan pengunjung melihat-lihat permainan game. Keberadaan mereka berdua tak luput dari perhatian Hendra yang selalu memperhatikan semua orang di sekelilingnya, terutama bila ada orang-orang yang kelihatan berpakaian seperti pejabat atau seperti pengusaha besar.

Hendra mendengar salah seorang dari mereka berkata pada rekannya,

“Pak Kepala, acara tanda tangannya dilaksanakan sebentar lagi.”

Rekannya bereaksi dengan menganggukkan kepala. Kemudian orang yang berbicara itu beranjak pergi meninggalkan rekannya sendirian.

Hendra menduga dalam hati, kedua orang tersebut mungkin adalah seorang direktur dan seorang manajer dari perusahaan besar, apalagi keduanya berpakaian jas dan sebentar lagi akan melakukan penanda tanganan dan transaksi bisnis di suatu acara. Ia berpikir, ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Aransia dapat mengambil manfaat yang banyak dari kemitraan dengan perusahaan-perusahaan besar.

Hendra mendekati sang direktur tersebut. Ia memperkenalkan diri dan setelah basa-basi beberapa lama, ia mulai memperkenalkan perusahaan Aransia beserta produk-produk gamenya. Direktur tersebut menyambut perkenalan dari Hendra dengan baik, tetapi ia jarang berbicara dan cenderung diam. Di dalam hati, Hendra merasa, kurangnya reaksi direktur tersebut adalah karena direktur tersebut kurang dapat melihat prospek cerah yang dimiliki Aransia. Hendra berpikir, direktur itu harus berhasil diyakinkan.

Karena itu Hendra mohon diri meninggalkan direktur tersebut dengan alasan ada pengunjung yang ingin membeli game yang harus dilayani. Lalu di belakang stand, Hendra mengumpulkan beberapa pelajar SMU yang sedang menonton permainan game. Mereka dibagi menjadi tiga grup, lalu disuruh secara bergiliran berdiri di dekat bapak direktur tersebut sambil menonton permainan game. Di sana mereka harus berdiskusi dengan keras, seru, dan antusias, tentang game-game Aransia yang sedang dimainkan. Tujuannya adalah bapak direktur tersebut harus diyakinkan bahwa game-game Aransia adalah game yang sangat populer di kalangan remaja konsumen. Para pelajar tersebut pun bersedia membantu Hendra setelah diberi sedikit imbalan. Maka mulailah rencana mereka dijalankan.

Tiga orang anak berdiri berkumpul di dekat bapak direktur tersebut. Yang seorang sibuk bermain game, dan dua temannya berdiri di sebelah bapak direktur tersebut, menyoraki teman mereka. Setelah beberapa lama, mereka membubarkan diri dan posisi mereka digantikan oleh tiga orang teman mereka yang lain.

Setelah pekerjaan remaja-remaja itu selesai, Hendra kembali menemui bapak direktur tersebut. Hendra kembali membicarakan keberhasilan dan prestasi yang pernah dicapai Aransia dan produk gamenya. Kini bapak direktur tersebut sedikit lebih antusias mendengar Hendra. Hendra pun bersiap hendak menusukkan serangannya menawarkan kerjasama bisnis dan hubungan kemitraan dengan Aransia.

Pada saat itulah teman bapak direktur itu yang tadi pergi kini datang kembali. Hendra pun memperkenalkan diri dan menjelaskan maksudnya. Tetapi teman bapak direktur itu malah tertawa. Lalu ia menjelaskan bahwa ia dan bapak direktur tersebut bukan berasal dari perusahaan besar. Kebetulan saja nama bapak itu adalah Kepala Saragih. Mereka berdua sebenarnya pedagang sayur di pasar pagi. Adapun tujuan mereka datang ke acara talk show sebenarnya adalah untuk ikut minta tanda tangan artis terkenal yang acaranya akan dilaksanakan sebentar lagi. Karena itu mereka memakai jas pinjaman dari teman mereka dan tampil rapi.

Advertisements

10 thoughts on “Pendekatan Marketing

  1. huahahaha….. kasian banget si hendra. lucu…. terutama tentang anak-anak smu yang disuruh manas-manasin si pak kepala. emang enak? hihi…
    *buru-buru ngerjain tugas lagi, takut web-nya ditutup kucing dari aku*

    –> ** padahal udah siap-siap mau ngerepetin si uni… ** :mrgreen:

  2. walah… kirain ceritanya ngasih tips2 jitu… 😆 ini sih juga tips jitu tapi mleset sasarannyah… *ngakak*

    –> hehehe… yang penting ada plajaran yang bisa diambil yah, mbak… hehehe 😀

  3. nama universitasnya lucu, prasduit darisiswe. bukan di kampung kita tuh kan, cing? eh, pas aku mudik ini kamu mau dibagi oleh-oleh gak? kalo mau, kasih tau kamu di mana, biar aku samperin. kalo gak mau ya gpp.
    *usaha membuka kedok kucing*

    –> waaa, uni mau pulang ke sinii….. ** deg-degan… pasang sikap waspada… **
    dah tak kirim email ke uni, yang di gmail…. uni buka, yaaa….
    ** curigai yang mau dekat-dekat.. **

  4. Errr… saya – nggak tahu juga kenapa – ndak pernah minat sama marketing. Maksudnya, ndak pernah ada niatan nekuni dunia yang satu itu. Apalagi sejenis MLM (no offense 😀 ) itu…

    Padahal saya dari keluarga pedagang :mrgreen:

    –> hehe… mungkin jiwa seninya kuat kali, yaa, jadi susah menjadi karakter yang berjiwa bisnis… 😀

  5. makna yang perlu diambil..

    jangan pake anak SMA.. pake anak SD aja… kalo gagal bayarannya cuma permen

    –> hehe.. gara-gara pengalaman di bathroom itu, jadi suka mikirin makna yang perlu diambil, yah…? hehehe 😀

  6. Wakakakaakaaaaka 😆 awas loh Cing diperkarakan ama kelompok anti pekerja bawah umur, abis anak SMA dimanfaatkan jualan juga… 😀

    –> namanya juga jiwa bisnis, mbak, selalu pandai memanfaatkan orang lain… hehehe
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s