BBM

Siang hari, para karyawan berkumpul di dapur menikmati makan siang. Hendra tidak tampak bersama mereka.

“Si Hendra kemana?”, tanya Aliwati sewaktu menyadari Hendra tidak ikut makan bersama mereka.

“Paling masih di luar. Bentar lagi juga nyampe. Jatah makan siangnya mana bisa ditinggalin.”, sahut Fauziah.

“Tadi dia nelpon.”, kata Nia. “Katanya dia antri di SPBU lama banget. Terus dia cari SPBU lain. Kayaknya di SPBU lain dia musti ngantri juga.”

Dedi menimpuk, “Iya tuh. Cari bensin susah banget sekarang. Gara-gara harga BBM naik terus.”

Nia menyambung, “Mak gue juga susah gara-gara BBM. Sekarang beli minyak tanah rasanya kayak Indonesia masih belum merdeka.”

“Iya, ya.”, kata Aliwati. “Harga BBM terus naik. Semua orang jadi susah. BBM jadinya Bikin Bangsa Menderita.”

“Bukan cuman bangsa kita aja.”, kata Taufik. “Semua orang di dunia kena dampak krisis BBM. Karena krisis BBM itu Bencana Bagi Manusia.”

Acara makan siang mereka mulai berubah menjadi acara membuat kepanjangan BBM.

Saputra ikut membuat kepanjangan BBM.

“BBM cuman salah satu barang kebutuhan, tapi gara-gara krisis BBM semua harga barang naik. Gara-gara BBM, Barang-Barang Meroket.”

“Iya, tuh.”, Heru menyambung. “Kalo harga barang jadi nggak terjangkau lagi, nanti Buruh-Buruh Mengamuk.”

“Iya.”, kata Juliarti. “Di tipi gue bosen liat orang-orang jadi harus ngantri beli BBM. Berita tentang BBM jadinya Berita-Berita Menyengsarakan.”

“Lo yang cuman nonton beritanya aja nggak tahan.”, kata Nia. “Apalagi yang ngantri di sana sampe berjam-jam. Orang yang ngantri Bisa-Bisa Muntah.”

Anto mengungkap pendapatnya.

“Sebenarnya menurut gue, belum saatnya kita ngalamin krisis BBM sekarang. Masih ratusan tahun lagi, karena kandungan di bumi masih banyak. Sekarang ini BBM itu jadi krisis karena permainan orang-orang. Mereka mencurangi pasokan BBM, mulai dari produksinya di negeri sono dan di negeri sini; dan juga gara-gara orang serakah yang menahan distribusinya supaya BBM jadi langka dan harganya menjadi mahal. Mereka itu Bandit-Bandit Munafik.”

“Gue setuju.”, kata Saputra. “Itu sebabnya krisis BBM ini adalah Bukti Bobroknya Moral.”

“Iya, tingkah mereka itu yang Bikin Bingung Masyarakat.”, kata Juliarti.

“Ya, udah.”, kata Taufik. “Kalo sudah begini, kita nggak bisa apa-apa. Kita cuman bisa jadikan krisis ini Bahan Buat Merenung.”

“Kalo harga bensin terus naik, gue jadi Bosen Bawa Motor.”, kata Dedi.

“Makanya lo harus Banyak-Banyak Menghemat.”, kata Juliarti.

“Krisisnya bisa sampai berlarut-larut begini, tandanya bangsa kita Belum Bisa Mandiri.”, kata Aliwati.

“Tapi krisis BBM nggak selalu loh, Bikin Banyak Masalah.”, kata Nia.

“Bener. Di balik musibah selalu ada berkah. Moga-moga krisis ini Bakal Berbuah Manis.”, kata Aliwati.

“Wah, ada contohnya tuh.”, kata Heru. “Tetangga gue, suami istri, dulunya kalo pergi kerja masing-masing bawa kendaraan sendiri-sendiri. Sekarang kendaraannya udah dijual satu, jadi sekarang kemana-mana selalu berdua. Itulah manfaat dari krisis BBM, jadinya Bini Bertambah Mesra.”

Advertisements

7 thoughts on “BBM

  1. Benar-Benar Menyenangkan baca tulisan kucing 😀 jadi selalu pingin Buru-Buru Mengecek posting-an terbaru..:-D

    –> wakakaka… langsung ketularan BBM-nya… wakakaka 😆

  2. aku Bener-Bener Mensukuri paling gak masih ada novel GAME, walaupun diary kucing udah Betul-Betul Menghilang. Padahal aku Begitu Berasa Meridukan membaca diary kucing yang Bagaimanapun Begitu Menarik… *halah…*
    Betul-Betul Melelahkan membuat kepanjangan BBM ini…

    –> mbak dokter juga ketularan, wakakaka… lebih parah.. wa kakaka 😆

  3. mari kita peringati hari ini sebagai hari ketularan BBM nasional 😀 Bareng-Bareng Mengomentari soal Bahan Bahar Minyak yang Bikin Bingung Manusia sehingga Bajaj-Bajaj Mogok, Bemo-Bemo Mengikuti dan Bapak-Bu Mentri jadi Bengong…udah ahhh capekkkk…..Bobo Bentar Maunya…

    –> wakakaka…. mbak Iin masih belum sembuh…wakakaka… lepas tangan, dah…. wakakaka…. 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s