Export Sebuah Game

Game-game yang diproduksi Aransia sebagian besar dipasarkan di luar negeri, sekitar tujuh puluh lima persen. Hanya dua puluh lima persen saja yang dipasarkan di dalam negeri. Faktor utama pertimbangan ini adalah game-game yang beredar di Indonesia akan dengan mudah dibajak, dan versi bajakan itu akan dengan cepat beredar luas di tengah masyarakat. Di satu sisi, hal ini merugikan bagi perusahaan pengembang game karena keuntungan yang seharusnya diperolehnya diambil alih oleh pembajak. Di sisi lain, popularitas game akan lebih cepat diraih karena tersedia luas di masyarakat dengan harga yang jauh lebih murah walaupun dalam bentuk bajakan.

Menurut Pak Kamal, hal ini dapat dimaklumi. Ia tidak menyalahkan para pembajak, karena menurutnya hal itu dipengaruhi oleh kondisi bangsa Indonesia yang masih berada dalam krisis. Ia setuju dengan Hendra yang berpendapat bahwa banyaknya pembajakan ini karena pengaruh nenek moyang bangsa Indonesia yang dulunya sebagian besar merupakan pembajak sawah di desa. Karenanya Pak Kamal mengambil keputusan mengedarkan game produksi Aransia di dalam negeri dalam jumlah yang sedikit dan menjadikan gamer luar negeri sebagai pasar utama penjualan gamenya. Sebagian besar game-game yang diproduksi Aransia sudah dibuat berorientasi pada pasar yang berbahasa Inggris.

Tetapi sejak sebulan ini Pak Kamal menjadi bingung ketika pihak penerbit memberitahu bahwa salah satu game Aransia laku keras di sebuah negara kecil di benua Afrika. Sudah beberapa kali datang permintaan dalam jumlah cukup tinggi akan game berjudul “Semut Keinjek”. Pak Kamal tidak dapat mengerti mengapa game ini begitu laku di sana. Akhirnya Pak Kamal mengadakan rapat kecil bersama Hendra dan Taufik di ruangannya.

“Menurut kamu bagaimana?”, tanya Pak Kamal kepada Hendra.

“Bisa ada banyak kemungkinan, Pak.”, jawab Hendra, “Bisa jadi karena strategi pemasarannya tepat, iklan yang intensif, atau karena orang-orang di sana sedang keranjingan main game.”

“Kalo kamu, Taufik?”, tanya Pak Kamal kepada Taufik.

“Nggak ngerti juga, Pak. Kalo gamenya kan, jenis action platform, tentang perjuangan empat ekor semut yang berada di tengah-tengah suasana wirit yasin. Semutnya berusaha meloloskan diri dan keluar dari tengah-tengah orang banyak yang sedang berkumpul. Temanya sederhana tapi dibagi dalam banyak level yang semakin lama semakin rumit. Nggak ada sesuatu yang spesial yang berhubungan dengan orang Afrika.”

“Kalo dari gemeplaynya, ada sesuatu yang kamu tambahkan?”, tanya Pak Kamal lagi.

“Nggak ada, Pak. Gameplaynya nggak terlalu spesial kalo dibandingkan dengan game lain. Cuman lokasinya itu aja yang khas, Pak. Belum pernah ada game yang pakai lokasi suasana wirit yasin.”, jawab Taufik.

“Menurut saya wirit yasin itu tak ada kaitannya dengan orang Afrika ini.”, kata Pak Kamal. “Kira-kira ada kemungkinan lain yang menjadi penyebab gamenya laku di Afrika?”

“Nggak tau, Pak.”, jawab Taufik.

Hendra berkata, “Bagaimana kalo kita minta sama Pak Samsul untuk dihubungkan dengan dealer di sana, Pak. Lalu kita bisa tanya langsung sama mereka.”

“Ya, saya pikir juga begitu.”, kata Pak Kamal. “Okelah. Saya akan hubungi dia. Kalian kembali saja.”
Hendra dan Taufik pun kembali ke ruangan masing-masing.

Pak Kamal menelepon Pak Samsul dari pihak penerbit. Setelah berdiskusi sebentar, akhirnya Pak Kamal berhasil mendapat alamat email seorang dealer dari negara di Afrika tersebut. Pak Kamal pun mengirim email ke sana.

Keesokan harinya Pak Kamal mendapat email balasannya. Akhirnya ia mengerti.

Pak Samsul dari pihak penerbit, telah menjadikan game “Semut Keinjek” dikemas dalam kemasan yang lain dari yang lain. Berhubung karena tema utamanya adalah suasana wirit yasin dimana banyak orang berkumpul dan duduk di atas tikar pandan yang dibentangkan dalam ruangan yang luas, Pak Samsul telah membuat CD game ini dikemas dalam sarung kecil yang terbuat dari tikar pandan. Tidak menggunakan kotak CD yang terbuat dari bahan acrylic sebagaimana biasanya.

Produk yang berkemasan spesial ini tidak dijual di dalam negeri, karena menurut Pak Samsul tikar pandan adalah hal yang biasa di Indonesia. Game yang dijual di dalam negeri tetap memakai kemasan kotak CD yang biasa. Tetapi semua CD game “Semut Keinjek” yang diekspor ke luar negeri memakai kemasan dari tikar pandan ini.

Ternyata seorang dealer mainan di sebuah negara kecil di Afrika telah mengadakan kerjasama dengan sebuah lembaga sosial milik PBB di sana untuk memasok bahan tikar pandan untuk keperluan misi kemanusiaan. Dealer tersebut diberi dana yang besar oleh lembaga PBB itu untuk mencari sarana dan barang apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan warga yang berada di tenda pengungsian di sana. Hasilnya, game milik Aransia dibeli, CD-nya disingkirkan tetapi kemasan tikar pandannya dikumpulkan dan dijahit untuk berbagai keperluan termasuk dijadikan alas tidur dan bantal untuk orang sakit.

Advertisements

8 thoughts on “Export Sebuah Game

  1. Huahaha…. pak kamal gak pernah punya kesempatan bahagia bener-bener deh nih kayaknya. *gak brenti ketawa*
    dasar kucing…
    btw, untung aku bukan keturunan bangsa indonesia asli yang membajak di sawah ya, cing? jadi gak ketularan sifat membajak itu (tapi aku keturunan jack sparrow). :mrgreen:

    –> wakakaka …. ada mbak dokter ngareppp 🙄

  2. Paragraf pertama sampai kedua “wah kucing bisa nulis cerita serius juga”


    Paragraf ketiga “waspada mode on” (ga mau terkecoh ama si kucing untuk kedua kalinya”


    Mmm…sepertinya kucing bener2 serius kali ini, pake nyebut PBB segala


    Paragraf terakhir…yahh…lagi2 aku terkecoh 😦

    –> wakakaka… mbak Iin kena lagi… 😉

  3. Huehehehe
    Kirain gemnya laku keras
    Ternyata dealernya cuma ngincer tiker pandan doank
    Mending pak kamal jualan tiker pandan ajah. Omsetnya pasti gede.
    Huahahaha

    –> 🙂

  4. Garuk – garuk kepala ….., dibaca berulang – ulang … yah kucing buat lagi yah ceritnya ……, bangun subuh lsg tersenyum sendiri ……

    –> bangun subuh bukannya sholat, malah ngenet… hehe

  5. yeeee………. sholat subuh dulu jeung kucing ….

    –> jangan panggil jeung, pak.
    biasanya dipanggil cing ajah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s