Bahasa Jepang

Anto bertugas mendesain dan membuat karakter dalam game. Kadang-kadang apabila sedang merasa buntu dalam mendesain, Anto pergi bermain game di Ruang Test.

Itulah yang dilakukan Anto saat ini. Ia sedang merasa suntuk, maka ia keluyuran menuju Ruang Test. Saat memasuki Ruang Test, ia menemukan Neneng sendirian sedang membersihkan komputer-komputer. Anto duduk di depan TV lalu mulai bermain game PS2.

“Bang Anto.”, kata Neneng sambil mengelap.

“Ya?”, Anto menyahut.

“Kenapa kadang-kadang Bang Anto manggil Bibi, ‘Bishoujo’? Emang artinya apa, Bang?”

“Karena nama Bi Saujah kedengarannya mirip Bishoujo. Bishoujo itu dari bahasa Jepang. Artinya wanita cantik.”

“Ooo. Bang Anto bisa bahasa Jepang, ya? Bahasa Jepang susah nggak?”

“Oh nggak susah. Belajar bahasa Jepang itu gampang, karena mirip bahasa Indonesia.”

“Mirip? Contohnya gimana?”

“Contohnya, anak bayi itu bahasa Jepangnya, ‘Masisuka Susuibu’. Cocok kan, artinya?”

“Iya ya, bang.”, kata Neneng.

“Terus,”, sambung Anto, “Kalo mau bilang nggak punya tempat tinggal, bahasa Jepangnya ‘Takada Rumakami’.
Kalo lagi masak sayur, bilangnya ‘Kumasaki Sayuri’.
Kalo bontot makan siangnya nasi gurih, bilangnya ‘Nasiguri Kitabawa.’
Kalo makannya ngga mau pedes-pedes, bilangnya, bilangnya ‘Tidakusa Pakechabe’.”

“Itu bahasa Jepang, Bang?”, tanya Neneng.

“Iya.”, jawab Anto, “Terus, kalo mau bilang wajah orang jelek, bilangnya ‘Mukarata Matakere’.
Kalo mau teriak ada copet, bilangnya
Teriyaki Adachopet.
Kalo mau nyuruh mukul orang, bilangnya ‘Taboki Mukane’.
Kalo nggak mau ngalah, bilangnya
Sasuke Sukegue.
Kalo nggak punya uang, bilangnya ‘Sakune Takadaisi’.
Kalo mau bilang aku cinta padamu, bilangnya ‘Kurasaku Sukakamu’.
Kalo minta dikawinin, bilangnya ‘Yakiniku Amajanjimu’.
Kalo mau bilang anak yang pintar, bilangnya ‘Anake Sukabuku’.
Kalo mau bilang imutnya anak bayi orang, bilangnya ‘Imute Ikiyo’.
Kalo mau makan nasi, bilangnya ‘Tamakani Nasiiki’.
Kalo bikinin ubi goreng untuk suami, bilangnya ‘Masakubi Kasisimas’.
Kalo pulang kampung sama suami, bilangnya ‘Kedesa Samasimas’.
Kalo ada orang rambutnya bagus, bilangnya ‘Sabanari Kasikeramas’.”

“Kok mirip banget ama bahasa Indonesia ama bahasa Jawa ya, Bang?”

“Iya. Gampang kan, belajarnya?”

“Neneng pernah nonton film Jepang sekali. Di film, orangnya sering bilang ‘Gambare! Gambare!’. Itu artinya apa, Bang?”

“Oo, itu artinya menyuruh orang menggambar.”, kata Anto dengan yakin.

Advertisements

7 thoughts on “Bahasa Jepang

  1. kalo ” takasimura ” gimana pus….

    –> kalo nurut Kamus Besar Purwadarminta – Andrew Nelson Edisi Lengkap Eksklusif Cetakan Kedua 1997 ISBN 80026001, takasimura artinya obral.

  2. Kalau “kukira takada”? apaan dong…ga punya uang jjuga bisa “sakukurata”… 😉

    –> “kukira takada” (拘枳羅高田) itu kalau menurut bahasa Jepang itu artinya sejenis burung kakatua kepunyaan keluarga Takada, mbak…
    nyambung ngga, yah? cuek aja, dah…

  3. kalo orang narsis??
    “fotobae sukane”
    kayak bahasa orang tegal ya?? hihihi

    –> pengalaman pribadi moto-moto ya, mbak? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s