Elem-elem

Hendra yang baru pulang dari tugas luar, menemukan Nia sendirian di ruang depan. Hendra mendekatinya lalu menyodorkan sebuah brosur.

“Gue ada brosur baru lagi nih. Dari perusahaan PT. Elem-elem.“

“Oh ya? Jual apa sekarang?”, tanya Nia.

“Ini nih, “, jawab Hendra sembari mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya.

“Ini buku yang dikarang oleh seorang ahli dari luar negeri yang bernama Robek T. Koyoksikit.”, katanya.

Nia membaca judul buku tersebut, ‘Bapak Lu Dan Bapak Gue Sama-sama Bapak-bapak’. Pada sampul belakang dijelaskan buku ini mengajarkan teknik ‘Bagaimana Menjadi Orang Yang Melihat Orang Lain Sebagaimana Srigala Melihat Domba’.

“Berapa harga bukunya?”, tanya Nia.

“Tiga puluh rebu. Kalo lu berhasil menjual satu buku ini kepada satu orang, lu akan mendapatkan satu point dari PT. Elem-elem. Lalu kalo orang itu berhasil menjual bukunya kepada satu orang yang lain lagi, dia akan mendapat satu point, dan lu juga akan mendapat satu point, karena lu yang mula-mula menjual bukunya ke dia. Semakin banyak point lu, semakin besar keuntungan yang akan lu dapatkan.”

“Oke deh, gue beli.”, kata Nia, lalu mengeluarkan uang Rp. 30.000,- dari dalam dompetnya, dan menyerahkannya ke Hendra.

Hendra menyerahkan bukunya kepada Nia.

“Nah, sekarang gue dapat satu point.”, katanya.

Nia berkata, “Sekarang kalo gue jual buku ini kepada lo, gue akan dapat point juga, kan?”

“Iya.”, kata Hendra.

“Nah, ini gue jual. Lo mau beli? Kalo gue dapat point, kan lo juga dapat point, ya kan?”

“Oke.”, kata Hendra.

Lalu mereka bertukar barang. Hendra menyerahkan uang Rp. 30.000,- kepada Nia dan Nia menyerahkan buku kepada Hendra.

“Sekarang gue dapat point satu.”, kata Nia.

“Karena lu telah menjual buku ini, gue juga dapat point satu, karena gue yang jual pertama kali. Jadi sekarang point gue dua.”, kata Hendra.

“Sekarang lo jual bukunya ke gue supaya point gue bertambah.”, kata Nia.

“Oke.”, kata Hendra.

Lalu mereka bertukar barang kembali.

Nia berkata, “Tadi gue jual bukunya satu kali sama lo, dan gue dapat point satu. Abis itu, bukunya lo jual, berarti gue sebagai penjual sebelumnya, mendapat tambahan satu point lagi.”

Hendra berkata, “Berarti sekarang point gue bertambah satu lagi, karena sebelum lu jual apa-apa, gue yang lebih dulu jual ke lu. Di samping itu point gue juga bertambah satu lagi karena barusan gue menjual ke lu.”

Begitulah seterusnya mereka saling menjual dan membeli sambil menghitung-hitung point. Uang Rp. 30.000,- dan buku itu pun berpindah tangan silih berganti.

Advertisements

2 thoughts on “Elem-elem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s