Hari-hari Penuh Kegiatan (Bagian 8)

[Ruang Test]

Aransia menjalin kontrak dengan belasan game-tester untuk menguji game-game yang diproduksi oleh Aransia ketika masih dalam proses pengembangan. Dengan bantuan para tester, game-game tersebut disempurnakan, sehingga sewaktu dirilis, tidak ada kekurangan pada gamenya sehingga para konsumen dapat merasa puas. Tugas para game-tester adalah memainkan game-game itu sambil mencoba semua kemungkinan agar sedapat mungkin menemukan kekurangan maupun bug (kesalahan program) dalam game-game tersebut. Bila menemukan bug, para tester lalu mencatatnya. Biasanya para tester mengujinya di rumah masing-masing dengan peralatan mereka sendiri, tetapi mereka juga diperbolehkan menggunakan Ruang Test di kantor Aransia. Di dalam ruang test disediakan beberapa unit komputer yang terhubung dengan sistem jaringan LAN. Di situ juga ada dua unit konsol game berikut pesawat televisinya.

Sore itu ramai orang berkumpul di Ruang Test. Taufik dan Saputra sedang berdiskusi dengan dua orang tester, Obel dan Fendi. Sementara Anto dan Dedi sedang bermain game bersama dua orang tester lain, Arman dan Jijun. Di sebelah Jijun, Neneng duduk dengan tenang sambil memperhatikan mereka bermain. Jijun, yang nama aslinya Azizunnisa, adalah satu-satunya tester cewek yang paling sering datang ke Aransia Media. Tiga orang cewek lainnya biasanya bermain di rumah.

Taufik sedang membahas kertas berisi daftar bug, kekurangan, dan keanehan dalam game “Serbuan Ayam Pilek”, yang telah ditemukan dan dicatat oleh para tester. Sebagaimana diketahui, game ini bercerita tentang ayam-ayam yang tertular penyakit pilek yang menyerbu sebuah kota. Kemudian dikirim suatu pasukan khusus yang disebut Bio Cop untuk membasmi ayam-ayam tersebut dan menyelamatkan para penduduk kota. Pasukan Bio Cop inilah karakter pahlawan yang dikendalikan oleh pemain.

Para tester menemukan beberapa keanehan, antara lain :

  1. “Ketika pasukan Bio Cop melemparkan suatu benda ke arah ayam, bunyi yang terdengar bukanlah bunyi suara lemparan, tetapi malah suara tertawa nenek-nenek.”

Taufik telah memeriksa bug ini. Ternyata Heru salah memasukkan file suara ke dalam game. Seharusnya ia memasukkan file suara_melempar.wav, tetapi yang dimasukkan adalah suara_maklampir.wav.

  1. “Ketika pasukan Bio Cop sampai ke sebuah rumah besar, malah ada seekor ayam yang menyambut dengan ramah dan hormat, lalu mempersilahkan masuk.”

Taufik juga telah memeriksa bug ini. Ini adalah kesalahan Saputra, yang bertanggung jawab dalam implementasi desain level dalam game. Ia salah membaca script. Seharusnya itu bukan ayam, tetapi Iyem. Iyem adalah nama seorang pembantu rumah tangga di dalam cerita game.

  1. “Pada saat pasukan Bio Cop kalah dan mati, seharusnya muncul animasi dan tulisan ‘Game Over’. Tetapi yang muncul dalam game adalah animasi dan tulisan : ‘Terima Kasih Telah Menonton. Sebelum Pulang, Periksalah Dahulu Bangku Anda Masing-masing Agar Tidak Ada Yang Ketinggalan. Selamat Jalan.’”

Ini juga telah diperiksa Taufik. Ini adalah kesalahan Kurniawan yang salah mengirimkan file animasi ending. Seharusnya yang dimasukkan adalah file biocop_end.avi, tetapi yang masuk ternyata bioskop_end.avi.

Pada lembar catatan yang lain, Taufik memeriksa daftar saran-saran yang telah dikumpulkan oleh para tester. Sebagai orang luar yang mencoba langsung memainkan game yang masih dalam pengembangan, para tester sering mendapat ide menarik untuk diterapkan pada game. Kadang-kadang ide-ide ini diterima, kadang-kadang hanya dipertimbangkan. Taufiklah yang bertanggung jawab menyortir ide-ide tersebut. Kali ini ada beberapa ide yang masuk dari para tester, antara lain :

“Bagaimana kalau lagu Padang ‘Ayam Den Lapeh’ dijadikan soundtrack utama dalam game ini?”

“Bagaimana kalau saat memainkan game, di layar akan muncul pesan ‘Saatnya Adzan Maghrib Untuk Daerah Jakarta Dan Sekitarnya’, apabila waktu maghrib sudah datang?”

“Bagaimana kalau cerita gamenya dibumbui kisah asmara antara anak muda dan banditnya? Kalau dalam film ‘House Of Flying Daggers’ dan film ‘James Bond’, tokoh anak muda (protagonis) menjalin asmara dengan tokoh musuh (antagonis). Bagaimana kalau dalam game ini, salah seorang pasukan Bio Cop menjalin cinta dengan salah seekor ayam?”

Kali ini tidak ada satu pun ide para tester yang disetujui Taufik. Selesai memeriksa catatan para tester, Taufik dan para tester bermain game di ruangan itu.

Anto dan Jijun yang telah selesai bermain game, duduk ngobrol berdua di pojok ruangan.

Jijun bertanya, “Kenapa game-game Aransia semuanya bertema binatang? Emang nggak ada tema lain?”

Anto berkilah, “Eh, jangan salah. Tema binatang itu dipake orang dimana-mana. Lagu-lagu yang populer juga, banyak yang memakai nama binatang.”

“Kayaknya nggak ada deh, lagu yang pake nama binatang.”, kata Jijun mengingat-ingat.

“Ada banyak.“, ujar Anto, “Mula-mula lagu mereka pake nama binatang, tetapi kemudian diubah sama produser mereka, jadinya orang-orang tidak tau sebenernya lagu itu aslinya pake nama binatang.”.

“Apa contohnya?”, tanya Jijun.

Anto menjawab, “Misalnya lagunya PeterPan yang berjudul ‘Banteng di syurga’. Sama produsernya judulnya kemudian diubah menjadi ‘Bintang di syurga’.

Terus lagunya Radja yang berjudul ‘Benci belalang Cina’, diubah menjadi ‘Benci bilang cinta’.

Lagunya Dewa yang berjudul ‘Sapi perah nafas’, menjadi ‘Separuh nafas’.

Lagunya Sheila On 7 yang berjudul ‘Anak kera terindah yang pernah kumiliki’, diubah menjadi ‘Anugerah terindah yang pernah kumiliki’.

Lagunya Ratu yang judulnya ‘Kuman tapi mesra’, diubah menjadi ‘Teman tapi mesra’.

Lagunya Kris Dayanti yang judulnya ‘Menghitung harimau’, diubah menjadi ‘Menghitung hari’.

Bahkan yang nama hewan bahasa Inggris juga diubah sama produsernya. Misalnya penyanyi Rossa, aslinya lagunya berjudul ‘Tiger’. Tetapi kemudian produsernya mengubahnya menjadi ‘Tegar’.”

Lewat pukul 5 sore, para tester dan sebagian karyawan telah pulang ke rumah masing-masing. Satu dua orang masih tinggal di Ruang Test. Rizal masih tetap tinggal di kantor, karena malam ini ia bermalam di kantor.

Secara bergantian, para karyawan pria tinggal dan menginap di kantor untuk menjaga bangunan kantor. Karena belum ada satu pun karyawan pria yang sudah berkeluarga, hal ini tidak mengganggu kehidupan mereka. Di kantor ada kamar tidur berukuran sedang yang dapat dipakai untuk beristirahat. Sering juga para karyawan menginap pada malam yang bukan merupakan jadwalnya atau bila ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Sehingga yang menginap di kantor kadang-kadang berdua dan kadang-kadang pula beramai-ramai. Kali ini Rizal menginap sendirian. Sambil menginap, malam ini ia hendak membongkar komputer server yang sering menimbulkan masalah dan mengganggu kelancaran pekerjaan di kantor.

Advertisements

3 thoughts on “Hari-hari Penuh Kegiatan (Bagian 8)

  1. Wah…. ada game apa aja neh, aku suka bgt maen PS kalo lgi suntuk, tapi skg udah jarang neh maen PS nya (eh… u PS ada kan )

  2. Eh iya, dulu juga suka maen PS. Bukan hanya waktu suntuk, tapi dijadwalkan tiap hari, soalnya game-gamenya jenis RPG yang sampe berbulan-bulan baru bisa tamat. Tapi sekarang ngga lagi, soalnya ada banyak kerjaan sampingan disamping pekerjaan di kantor.

  3. ini udah yang kedua kali aku baca posting yang ini. pengennya diulang terus sampe hapal, gak bosen-bosen, kayak nonton serial friends.

    –> aduh, mbak… jangan dihapus dihapal… malu, deh…
    salah-salah, nanti malah dimasukin jadi jawaban ujian nanti….
    😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s