Pengumuman

Di pintu Ruang Rapat, tertempel sebuah kertas pengumuman. Bunyinya :

Barang siapa yang kedapatan ngemil di Ruang Administrasi, atau ngayal di Ruang Programmer, atau ngoceh di Ruang Desain, atau ngupil di Ruang Rekam, atau ngorok di Ruang Teknisi pada hari Sabtu besok pukul 10.00 WIB, akan dikenakan sanksi denda.

Pesan yang mengancam tersebut sebenarnya sebuah pengumuman dari Pak Kamal, boss perusahaan, yang tidak langsung memberi tahu sasarannya. Setelah membacanya, semua karyawan tahu, maksud sebenarnya adalah para karyawan dari Ruang Administrasi, Ruang Programmer, Ruang Desain, Ruang Rekam, dan Ruang Teknisi, harus meninggalkan ruangan masing-masing, dan hadir di Ruang Rapat, pada hari Sabtu besok, pukul 10 pagi.

Sebenarnya kalau ada rapat tidak perlu dibuatkan pengumuman seperti itu. Cukup satu orang diutus untuk menjemput, maka semua orang dapat dikumpulkan dalam Ruang Rapat dalam waktu singkat. Tetapi kadang-kadang Pak Kamal suka membuat pengumuman untuk apa saja, bahkan untuk hal-hal yang sederhana sekalipun. Maksudnya agar dalam lingkungan kantor terasa suasana kerja yang profesional. Tetapi para karyawan yang selalu santai tak pernah menganggap serius pengumuman-pengumuman itu.

Seperti biasa, setiap ada pesan pengumuman, semua karyawan dengan segera menyambutnya dengan menambahkan tulisan-tulisan kecil yang menambah atau mengomentari isi pesan yang asli. Yang mendapat kesempatan untuk memberi komentar pertama kali adalah Fauziah, yang berada di Ruang Administrasi.

Siang itu, Fauziah yang sedang mengetik di dalam ruangannya, melihat Pak Kamal menempelkan sebuah kertas pengumuman di pintu Ruang Rapat dengan susah payah, karena Pak Kamal selalu memperbaiki posisi tempelannya, dan memperhatikannya dari berbagai jarak dan sudut, serta mengamatinya dengan pandangan dan rasa seni yang mendalam, seolah seperti seorang desainer interior yang sedang menilai kesan estetika sebuah lukisan di dinding. Setelah Pak Kamal selesai dengan tugas beratnya itu dan masuk ke dalam ruangannya, Fauziah langsung bergerak.

Fauziah mendekati kertas pengumuman itu, lalu membacanya sebentar. Setelah itu Fauziah beraksi menambahkan sebuah tulisan di sudut kiri atas kertas pengumuman :

Kabar gembira! Ayo kunjungi Ruang Rapat beramai-ramai. Kesempatan terbatas! Hanya satu hari!

Lalu Fauziah kembali ke ruangannya dengan tenang.

Setelah beberapa lama, Hendra yang baru kembali dari tugas luar, berjalan melewati Ruang Rapat. Ia juga melihat pesan itu. Langsung ia beraksi menambahkan pesannya sendiri, di bawah tulisan Fauziah :

Sampaikan pengumuman ini kepada sanak keluarga dan kerabat Anda secepatnya, dan dapatkan hadiah menarik yang diundi setiap bulannya.

Setelah selesai Hendra pun berlalu dengan santai.

Nia sebagai satu-satunya staf front office, juga melihat pesan itu ketika hendak ke toilet di belakang. Iapun tak segan-segan untuk menyumbangkan komentarnya. Ia menuliskan di bagian bawah :

Pendaftaran untuk memasuki Ruang Rapat dapat dilakukan di Front Office dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 10.000,-

Begitulah seterusnya sepanjang hari itu. Setiap ada karyawan yang melihat pesan pengumuman tersebut, selalu menyumbangkan tulisannya dengan gaya dan selera masing-masing.

Taufik, sang programmer, menambahkan tulisan yang coret-moret di posisi atas kertas :

1
2

3

4

char ra[64], pa[64], t[64];
strcopy (ra, “rahasia perusahaan”);

strcopy (pa, “para karyawan harus hadir”);

strcopy (t, “tamu-tamu nggak boleh ikut”);

Saputra, programmer juga, menambahkan tulisan iklan di bagian paling bawah :

Dijual, sebuah kipas angin merek Sanyo, kondisi 90%, tanpa baling-baling, harga murah, boleh nego. Hubungi Nenek Mijah, Kpg. Serayu.

Dijual, mesin tik merek Remington, dilengkapi built-in radio FM, built-in TV tuner, dan built-in VCD player, bonus pita 2 warna, harga nego. Hubungi Mbah Bejo, Dsn. Sukamaju.

Juliarti, staf desain grafis, menambahkan tulisan yang dikutipnya dari pengumuman di bandara :

Di dalam Ruang Rapat tidak boleh membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya. Juga tidak diizinkan membawa barang bawaan dengan berat melebihi quota.

Aliwati, staf desain grafis, menambahkan sebuah pribahasa :

Sepandai-pandainya tupai merapat, akhirnya pasti akan jenuh juga.

Anto, desainer grafis juga, menuliskan definisi kata ‘rapat’ dalam berbagai bahasa :

rapat = al karyawaani barkumfullah min haadiriina

(bhs. Arab)

rapat = kitasama kuduhadiri ramerame

(bhs.Jepang)

rapat = la-mei-la-mei du-du bua-reng

(bhs. Mandarin)

rapat = parastaffi duduccio buatto diskuzzi

(bhs. Italia)

Kurniawan, ahli 3D, memberi gambar bingkai yang artistik di sekeliling kertas pengumuman itu.

Heru, staf Ruang Rekam, benar-benar menempelkan upil-upilnya yang besar ke kertas pengumuman tersebut, karena kebetulan ia membaca pengumuman itu sambil ngupil.

Rizal, staf Teknisi, tadinya ingin menambahkan tulisannya sendiri. Tetapi ketika mulai menulis, pulpennya macet. Ia pun mencoret-coret di pinggir kertas itu untuk melancarkan pulpennya kembali. Tiap kali dipakai mencoret, pulpennya lancar, tetapi ketika hendak mulai menulis, pulpennya macet kembali. Akhirnya Rizal pun mengurungkan niatnya dan kembali ke ruangannya, setelah kertas pengumuman itu dibuatnya penuh dengan coretan-coretan di sana-sini.

Yang terakhir menyumbangkan kontribusinya adalah Dedi, staf Teknisi. Ia tadi siang keluar untuk membeli barang. Sore ini dia kembali dengan berjalan tersandung-sandung karena ia menggotong sebuah kotak besar di tangannya yang berisi monitor LCD yang baru dibeli. Di dekat Ruang Rapat ia berhenti sebentar untuk mengambil nafas dan meletakkan barang bawaannya ke lantai.

Saat itulah ia melihat ada lumpur di ujung sepatunya. Ia melihat kesana-kemari mencari kertas untuk membersihkan sepatunya, lalu menemukan kertas pengumuman yang tertempel di pintu Ruang Rapat. Tanpa pikir panjang ia merenggutnya hingga terlepas lalu membersihkan sepatunya. Setelah selesai, dibuangnya kertas itu ke dalam tong sampah. Kemudian ia berlalu dengan kotak di tangannya.

Advertisements

4 thoughts on “Pengumuman

  1. Hihihi 🙂 ternyata ga cuma di kantor gw yang pengumuman suka ditambah2in comment iseng…

    –> nah, ketahuan di kantornya mbak Indira ternyata banyak main-mainnya…. 😀

  2. kasian banget pak kamal. tabahkan hatimu, pak! *sungkem*
    btw, kucing nambahin apa? bukan upil juga kan?

    –> ngga… ngga ada nambahin, mbak. suwer, deh… 😀

  3. hwahaha… ngomongin upil jd teringat bakso upilnya tante itemz. hoho.

    kreatip jg para pegawainya. kl aku jd pegawai situ, bkl kutambahkan: “Farijs van Java was hier”. hwehe…

    –> Heh, iya bener… 😀
    kucing pernah bener-bener nulis gituan pas waktu ada kegiatan keluar bersama temen-temen…
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s